PPTQ Khadijah menyelenggarakan tausiyah bertema Tanda-Tanda Seseorang dalam Kebaikan sebagai salah satu program program unggulan kepengasuhan melalui kegiatan Tausiyah Pimpinan PPTQ Khadijah yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Masjid PPTQ Khadijah. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, membimbing, dan menguatkan santriwati baru agar siap menjalani pendidikan yang memadukan kurikulum nasional, kurikulum diniyyah, dan program Tahfidzul Qur’an.
Mengangkat tema “Tanda-Tanda Seseorang dalam Kebaikan”, kegiatan ini menjadi tausiyah pembuka bagi seluruh santriwati pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Tausiyah tersebut merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam membangun kedekatan antara pimpinan, musyrifah, dan santriwati melalui metode kepengasuhan berbasis keteladanan. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan kurikulum nasional, kurikulum diniyyah, dan program Tahfidzul Qur’an, PPTQ Khadijah meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh pembinaan karakter dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Tausiyah Pembuka Sebagai Awal Perjalanan Santriwati Baru
Memasuki lingkungan pesantren merupakan pengalaman baru bagi sebagian besar santriwati. Oleh karena itu, PPTQ Khadijah menghadirkan tausiyah pembuka sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa nyaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memberikan motivasi kepada seluruh santriwati agar menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Pimpinan PPTQ Khadijah menyampaikan bahwa setiap santriwati memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama menempuh pendidikan di pesantren. Melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, pembelajaran yang berkualitas, dan lingkungan yang mendukung, setiap santriwati diharapkan mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya kepesantrenan yang mengedepankan adab, kebersamaan, tanggung jawab, serta semangat saling menasihati dalam kebaikan.
Dalam tausiyah yang disampaikan, Pimpinan PPTQ Khadijah mengajak seluruh santriwati untuk memahami bahwa salah satu tanda seseorang berada dalam kebaikan adalah ketika Allah SWT memudahkan dirinya untuk senantiasa melakukan amal saleh, mencintai ilmu, menjaga ibadah, menghormati guru dan orang tua, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses menjadi pribadi yang salehah tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dari akhlak mulia yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Santriwati juga diajak untuk menjadikan setiap aktivitas di pesantren sebagai bagian dari ibadah, mulai dari belajar, menghafal Al-Qur’an, menjaga kebersihan, hingga membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Salah satu keunggulan utama PPTQ Khadijah adalah penerapan kepengasuhan berbasis keteladanan. Dalam sistem ini, para pendidik, musyrifah, dan pimpinan pesantren tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku, kedisiplinan, ibadah, dan interaksi sehari-hari. Pendekatan tersebut menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih hangat dan humanis sehingga santriwati merasa didampingi selama menjalani kehidupan di boarding school. Melalui hubungan yang erat antara pembimbing dan santriwati, proses pembinaan karakter dapat berlangsung secara alami dan berkesinambungan. Program kepengasuhan seperti tausiyah rutin, mentoring, pembinaan ibadah, evaluasi perkembangan, hingga pendampingan keseharian menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk pribadi muslimah yang tangguh, mandiri, dan berakhlakul karimah.
Menguatkan Silaturahmi dan Semangat Santriwati Baru
Selain menjadi sarana penyampaian nilai-nilai keislaman, tausiyah pembuka ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pimpinan pesantren dengan seluruh santriwati, khususnya peserta didik baru yang baru saja memulai kehidupan di lingkungan boarding school. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap pesantren sebagai rumah kedua, sehingga santriwati dapat menjalani proses belajar dengan lebih percaya diri dan nyaman. Melalui komunikasi yang terbuka dan pembinaan yang berlandaskan kasih sayang, PPTQ Khadijah terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, spiritual, emosional, dan sosial setiap santriwati.
PPTQ Khadijah senantiasa berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas melalui integrasi kurikulum nasional, kurikulum diniyyah, program Tahfidzul Qur’an, serta kepengasuhan berbasis keteladanan. Seluruh program dirancang untuk mendukung visi pesantren dalam melahirkan Generasi Hafidzah, Shalihah, Berakhlakul Karimah, dan Berwawasan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi. Dengan pembinaan yang menyeluruh, santriwati tidak hanya dipersiapkan untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang beriman, beradab, berjiwa pemimpin, dan mampu memberikan manfaat bagi umat.
Tausiyah Pimpinan PPTQ Khadijah menjadi langkah awal yang bermakna dalam perjalanan pendidikan para santriwati. Melalui nasihat yang menyejukkan, keteladanan para pembimbing, dan lingkungan pesantren yang kondusif, setiap santriwati diharapkan tumbuh menjadi muslimah yang mencintai ilmu, mengamalkan Al-Qur’an, serta senantiasa istiqamah dalam kebaikan.