Anak-anak itu amanah, hanya boleh dididik sesuai keinginan yang menitipkan, bukan sesuai hawa nafsu kita.
Coba kita renungi apakah kita mendidik anak sudah sesuai keinginan Allah? Atau kita mendidik anak sesuai keinginan nafsu kita?
Mendidik anak sesuai keinginan Allah adalah mendidiknya dengan aturan yang telah Allah tetap kan dan sesuai dengan potensi yang Allah berikan kepada anak kita.
Jika anak kita perempuan maka didik dia sebagai perempuan solehah, jika dia lelaki didik dia sebagai lelaki sholih
Jika dia bertipe akademik didik dia untuk menjadi ilmuwan sholih, jika dia bertipe fisik maka didik dia menjadi orang yang trampil fisiknya yang sholih dan seterusnya
Jangan paksakan anak dengan keinginan dan harapan orang tua yang tidak di mampui anak, karena kita zalim dengan anak.
Untuk mewujudkan pendidikan anak maka dibutuhkan kehadiran orang tua secara totalitas
“Anak-anak jauh lebih membutuhkan kehadiranmu daripada sekadar hadiah darimu.”
Banyak orang tua untuk memotivasi anak dengan memberikan hadiah, tetapi lupa menghadiahkan dirinya dengan hadir pada jiwa dan hati anak.
Banyak orang yang di depan anak tapi tak hadir jiwanya untuk anaknya, tetapi ada orang tua yang sedikit waktu nya tetapi mampu hadir jiwa dan fikiran ya pada anaknya.
“Anak-anak menginginkan waktumu lebih dari segalanya. Bermainlah bersama mereka, ajari mereka, dan sayangi mereka.
Ayo orang tua, jngan eman berbagi waktu dengan anak, sibukmu untuk mereka jadikan kebahagiaan agar engkau bahagia nanti setelah di akhirat….
Orang tua hebat meluangkan waktu untuk anaknya….