Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Khadijah terus mengembangkan berbagai program pendidikan dan kepengasuhan untuk membentuk santriwati yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an dan akademik, tetapi juga memiliki adab, akhlak, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian menyampaikan nilai-nilai kebaikan. Salah satu program tersebut adalah Taqrir Lughoh dan Opening Muhadoroh Santriwati PPTQ Khadijah yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Aula PPTQ Khadijah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan santriwati dalam mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus melatih keberanian untuk tampil dan berbicara di hadapan orang lain. Melalui kegiatan tersebut, santriwati diberikan ruang untuk belajar menyampaikan ilmu, gagasan, dan nasihat kebaikan dengan bahasa yang baik serta sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Taqrir Lughoh sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Taqrir Lughoh menjadi salah satu program yang mendukung pembiasaan dan peningkatan kemampuan bahasa santriwati di lingkungan PPTQ Khadijah. Dalam kehidupan pesantren, kemampuan berbahasa memiliki peran penting. Bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan ilmu, membangun hubungan yang baik, serta memperluas wawasan santriwati.

Melalui Taqrir Lughoh, santriwati dibiasakan untuk menggunakan bahasa dengan baik dan terarah. Proses pembiasaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian santriwati untuk menggunakan bahasa dalam berbagai aktivitas di lingkungan pesantren. Pembinaan bahasa juga menjadi bagian dari upaya PPTQ Khadijah dalam mempersiapkan santriwati agar memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai salah satu bekal menghadapi perkembangan zaman.

Opening Muhadoroh Melatih Keberanian Berbicara di Depan Umum

Selain Taqrir Lughoh, kegiatan dilanjutkan dengan Opening Muhadoroh yang menjadi wadah bagi santriwati untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum. Muhadoroh merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada santriwati untuk tampil menyampaikan materi, ilmu, maupun nasihat kepada orang lain. Melalui kegiatan ini, santriwati belajar mengatur cara berbicara, menyusun materi, menyampaikan pesan, serta membangun kepercayaan diri ketika berada di hadapan audiens. Kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya dibutuhkan dalam dunia pendidikan, tetapi juga menjadi keterampilan penting yang dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, PPTQ Khadijah memberikan ruang kepada santriwati untuk berlatih sejak berada di lingkungan pesantren sehingga mereka terbiasa tampil dengan percaya diri, santun, dan bertanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan.

Menyampaikan Ilmu dan Nasihat Kebaikan dengan Adab dan Akhlak

Hal yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Muhadoroh di PPTQ Khadijah bukan hanya kemampuan santriwati dalam berbicara, tetapi juga adab dan akhlak dalam menyampaikan ilmu. Santriwati diarahkan agar mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan bahasa yang santun, sikap yang baik, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, kemampuan komunikasi yang dibangun tidak hanya menghasilkan santriwati yang berani berbicara, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap perkataan harus dapat dipertanggungjawabkan. Pembiasaan tersebut sejalan dengan nilai pendidikan yang diterapkan di PPTQ Khadijah, yaitu membentuk pribadi yang memiliki keseimbangan antara ilmu, amal, adab, dan akhlak.

Program Taqrir Lughoh dan Muhadoroh merupakan bagian dari rangkaian pendidikan dan kepengasuhan yang diterapkan secara terintegrasi di PPTQ Khadijah. Sebagai Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an SMP dan SMA Khadijah Boarding School, proses pendidikan memadukan kurikulum dinas, kurikulum diniyyah, dan program Tahfidzul Qur’an. Seluruh proses tersebut diperkuat dengan sistem kepengasuhan berbasis keteladanan.

Melalui pendekatan tersebut, santriwati tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga dibimbing untuk menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Program seperti Taqrir Lughoh dan Muhadoroh menjadi contoh bagaimana pendidikan di PPTQ Khadijah memberikan ruang kepada santriwati untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter.

PPTQ Khadijah memiliki komitmen untuk melahirkan Generasi Hafidzah, Shalihah, Berakhlakul Karimah, dan Berwawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Untuk mewujudkan visi tersebut, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik dan hafalan Al-Qur’an. Santriwati juga dipersiapkan agar mampu menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu berkomunikasi dengan baik, serta berani menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

Taqrir Lughoh dan Opening Muhadoroh menjadi salah satu ikhtiar dalam proses tersebut. Melalui pembiasaan berbahasa, latihan berbicara, serta pembinaan adab dalam menyampaikan ilmu, santriwati diharapkan tumbuh menjadi muslimah yang berilmu, percaya diri, santun, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Dengan berbagai program pendidikan dan kepengasuhan yang saling terintegrasi, PPTQ Khadijah terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan generasi yang memiliki akhlak mulia, kemampuan komunikasi, kecintaan terhadap ilmu, dan keberanian untuk menyebarkan kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *